Monday, February 28, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

Istighfar...

 Istighfar Kepada ALLAH SWT......


Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita.

Ia merupakan tradisi ritual Islam yang sangat fundamental.

Sebab dalam Istighfar itu mengandungi beberapa elemen rohani, sebagaimana dinyatakan di dalam al-Quran mahupun Sunnah Rasulullah SAW.
Sejumlah ayat tentang Istighfar atau pertobatan sangat banyak dikutip al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, misalnya:

“Mereka apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, segera ingat akan Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya…(QS. 3:135). 


“Maka barangsiapa memuji Tuhanmu, dan memohon ampunan kepada-Nya, sungguh Dia Maha penerima Taubat.” (QS. 110:3)


“…dan orang-orang yang memohon ampun sebelum fajar.” (QS. 3:17).


“Maha Suci Engkau Wahai Allah, Tuhanku! Dan dengan segala puji bagi-Mu ya Allah Tuhanku, ampunilah aku! Sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat, lagi Maha Pengasih.” (HR. al-Hakim).


“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

“Sungguh hatiku didera kerinduan yang sangat dalam, sehingga aku beristighfar seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim).

“Meski dosa-dosamu sebanyak buih lautan, sebanyak butir pasir di padang pasir, sebanyak daun di seluruh pepohonan, atau seluruh bialangan jagad semesta, Allah SWT tetap akan selalu mengampuni, bila engkau mengucapkan doa sebanyak tiga kali sebelum engkau tidur: Astaghfirullahal ‘Adzim al-Ladzii Laailaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuumu wa Atuubu Ilaih. (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Memelihara (kehidupan), dan aku bertobat kepada-Nya).” (HR. at-Tirmidzi).

Terjemahan Istighfar: “Aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”

Istighfar memiliki dua makna yang jelas yang menjuruskan kepada hubungan kita dengan Allah SWT. Semoga selama ini kita sebut istighfar mencapai makna-maknanya. .

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia..



Istighfar Individu dan Sosial.


Seorang hamba tidak hanya mecapai kebahagiaan di hadapan Allah, tanpa ia menyertakan sesama umat beriman. Justru itu kualiti keimanan seseorang sangat berkait rapat dengan perhubungan rohaninya terhadap orang lain. 


Keteladanan Rasulullah SAW, ketika saat Yaumul Mahsyar memberikan cermin kepada umatnya, bahwa kualiti rohani Rasulullah SAW, yang melebihi para Nabi dan Rasul, terpantul pada pembelaannya akan nasib umat di hadapan Allah. Suatu sikap yang tidak dimiliki oleh para pemimpin dan para Nabi/Rasul. Sebab ketika para hamba Allah meminta syafa’at kepada para Nabi, mulai Nabi Adam as, hingga Isa al-Masih as, ternyata mereka enggan, disebabkan mereka tidak berdaya, terutama memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Berbeza dengan Nabi Muhammad SAW, yang tidak memikirkan nasib dirinya di hadapan Allah, malah yang terucap hanya kalimat:

“Umatii…umatii..umatii…” (umatku…duh, umatku…umatku…).

Justru pembelaan Nabi Muhammad SAW itulah yang memberikan kewenangan padanya, syafa’at besar yang boleh menyelamatkan umat dari seksa Allah SAW. Oleh sebab itu, Islam mengajarkan agar dalam permohonan ampunan, juga menyertakan permohonan ampunan untuk sesama umat. Misalnya, Istighfar yang berbunyi:

Astaghfurullahal ‘adzim, lii waliwaalidayya, walijami’il huquuqi waajibati ‘alayya, walijami’il muslimin wal-muslimaat wal-mu’minin wal mu’minaat al-ahyaa’I minhum wal-amwaat.

(Aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, bagiku dan bagi kedua orang tuaku, dan bagi seluruh orang yang menjadi tanggungan kewajibanku, dan bagi umat muslimin dan muslimat, dan kaum mu’minin dan mu’minat).

Dari nilai Istighfar di atas memberikan perspektif luar biasa bagi integrasi dan dinamik sosial secara damai. Hubungan-hubungan sosial akan berlaku dengan penuh kesejatian hati ke hati, karena hubungan yang bersifat emosional negatif dineutralkan oleh istighfar sosial di atas.


Maka, kualiti Istighfar bukan saja ditentukan hubungan yang sangat peribadi dengan Allah, tetapi juga sejauhmana seorang hamba menghayati Istighfar sosialnya.

Subhanallah..
Istighfar merupakan satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. 2-in-1. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita hanya manusia biasa yang banyak dosa tanpa kita sedari atau tidak.

Mengakhiri tazkirah yang panjang ini, ingin menegaskan bahawa istighfar adalah salah satu amalan mulia dan perlu ditanamkan di dalam jiwa kita, kerana dengan nilai dan hikmah istighfar inilah, kita dapat membentuk manusia yang kenal diri, mengenang budi dan menghargai setiap nikmat yang diperolehi.

Jom kita istghfar bersama-sama sebentar.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah.. tutupi aib kami.... betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu. Amin! 






~SAHABAT~

Nasihat al-Qamah: Lima cara pilih sahabat
NASIHAT yang boleh diikuti dalam membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:

Pertama,Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.

Kedua,Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).

Ketiga,Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.

Keempat,Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

Kelima,Sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.
Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.


Sahabat
Nasihat Imam Shafie untuk mencari SAHABAT..... Hayatilah nasihat Imam Shafie ini dan jadilah ia sebagai panduan dalam kehidupan seharian..
PERSAHABATAN tulen memang sukar dicari. Hanya mereka yang benar-benarbersahabat dengan hati tulus dan ikhlas dapat mencari erti persahabatan tulen.
Dalam hal ini, Iman Syafie ada memberikan nasihat dalam soal persahabatan.
Aku mencintai sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku.Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup atau selepas aku mati.Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tidak luntur baik dalam keadaan suka atau duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.Kuhulurkan tangan kepada sahabatku untuk berkenalan kerana aku akan berasa senang. Semakin ramai aku peroleh sahabat, aku semakin percaya diri.

Mencari sahabat pada waktu susah.
Belum pernah ku temukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka. Pada hal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka. Jika suka melanda, aku sering bertanya: 'Siapakah yang sudi menjadi sahabatku?' Pada waktu aku senang, sudah biasa ramai yang akan iri hati, namun bila giliran aku susah mereka pun bertepuk tangan.

Pasang surut persahabatan.
Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik.Namun, ketika musibah menimpaku, kudapatkan mereka tidak ubahnya roda zaman yang tidak mahu bersahabat dengan keadaan.Jika aku menjauhkan diri daripada mereka, mereka mencemuh dan jika aku sakit, tidak seorang pun yang menjengukku.Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.
Mengasingkan diri lebih baik daripada bergaul dengan orang jahat.Apabila tidak ke temu sahabat yang takwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang jahat.

Sukarnya mencari sahabat sejati.
Tenanglah engkau dalam menghadapi perjalanan zaman ini. Cucilah kedua-dua tanganmu dari zaman itu dan daripada manusianya. Peliharalah cintamu terhadap mereka. Maka, kelak kamu akan memperoleh kebaikannya.
Sepanjang usiaku yang semakin tua, belum pernah aku temukan di dunia ini sahabat yang sejati.Kutinggalkan orang bodoh kerana banyak kejelekannya dan kujanji orang mulia kerana kebaikannya sedikit.

Sahabat sejati pada waktu susah.
Kawan yang tidak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan.Tidak ada yang abadi dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.Sepanjang hidup aku berjuang bersungguh-sungguh mencari sahabat sejati hingga pencarianku melenakanku. Kukunjungi seribu negara, namun tidak satu negara pun yang penduduknya berhati manusia.

Rosaknya keperibadian seseorang.
Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi penipuan dan rayuan.Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang. Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka, bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri itu.

Menghormati orang lain.
Barang siapa menghormati orang lain, tentulah dia akan dihormati. Begitu juga barang siapa menghina orang lain, tentulah dia akan dihinakan.Barang siapa berbuat baik kepada orang lain, baginya satu pahala. Begitu juga barang siapa berbuat jahat kepada orang lain, baginya seksa yang dahsyat.

Menghadapi musuh.
Ketika aku menjadi pemaaf dan tidak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas daripada bara permusuhan.Ketika musuhku berada di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya.
Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku daripada kejahatan.Aku nampakkan keramahan, kesopanan dan rasa persahabatanku kepada orang yang kubenci, seperti aku nampakkan hal itu kepada orang yang kucintai.

Tipu daya manusia.
Mudah-mudahan anjing itu dapat bersahabat denganku kerana bagiku dunia ini sudah hampa daripada manusia.Sehina-hinanya anjing, ia masih dapat menunjukkan jalan untuk tuannya yang tersesat, tidak seperti manusia jahat yang selamanya tidak akan memberi petunjuk.Selamatkanlah dirimu, jaga lidahmu baik-baik, tentu kamu akan bahagia walaupun kamu terpaksa hidup sendiri.

Tempat menggantungkan harapan.
Apabila engkau menginginkan kemuliaan orang yang mulia, maka dekatilah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah.Hanya orang yang berjiwa mulia yang dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya, baik ketika hidup mahu pun setelah mati.

Menjaga nama baik.
Jika seseorang tidak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, maka tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya.Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya bererti istirahat.Dalam hati masih ada kesabaran buat kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan.
Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat kerana dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai.Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan akan menampakkan hal yang dulunya menjadi rahsia.
Sesungguhnya jika Allah berkehendak kebaikan terhadap hambaNya maka dijadikan dosa2 terbayang di ruang mata..



~Selagi Nama Islam Itu Dihati, Jihad Ini Pasti Takkan Berhenti~


Ya Alah,
hambamu ini bersyukur akan kurnianMu yang tak terhingga ini,
Kau hadirkan hidayah di hati ini,
dan hamba mohon agar janganlah Engkau menarik nikmat ini kembali..

Ya Rahman,
sungguh pemurahMu kian jelas terpancar dalam kehidupan hambaMu ini,
kau berikan hamba kesempatan untuk meraih sebuah kejayaan,
biarpun seringkali hamba melupakanMu..

Ya Rahim,
betapa Kau amat mengasihi hambaMu,
Kau permudahkan jalan perjuangan hambaMu ini,
dengan kehadiran ahli keluarga yang tidak henti memberi sokongan,
dengan keikhlasan dan ketulusan para sahabat dalam menghulurkan bantuan,
dengan keramahan para pendidik dalam menyampaikan ilmu penegtahuan,
dengan keindahan kalam para pewaris sunnah kekasihmu dalam menyampaikan ayat-ayat Al-Quran..
Betapa Kau kasih akan hamba-hambaMu yang mendambakan cinta agung ini..

Ya Wadud,
hamba bersyukur atas segala-galanya yang telah kau berikan,
hanya satu pinta hambaMu ini,
agar Kau berikan kekuatan semaksima mungkin untuk memperjuangkan agamaMu,,
semoga sinar Islam itu kembali mekar di atas muka bumi yang sarat dengan fitnah ini,
semoga cahaya Islam itu mampu menerangi sekalian alam,
semoga bahang kebangkitan Islam itu  dapat dirasai oleh sekelian makhluk ciptaanMu,
semoga hamba-hambaMu mampu mewarisi sunnah dan tauladan para pejuang,
selagi mana Islam itu di hati,
Jihad ini pasti takkan berhenti..

~Ya Allah..Terima Kasih Diatas Kelukaan, Kerana Kelukaanlah Ternyata Dikau Paling Hampir Pada Diri ku HambaMu Yg Hina~


Ya Allah...
Bersama hari-hari semalam penuh luka,
ku lalui hidup ini biar pun penuh luka dan sengsara,
Ya hari semalam telah mengenalkanku erti sebuah derita percintaan.
Percintaan yang pada mulanya mengajar aku erti sebuah kebahagiaan mencintai dan di cintai,
akhirnya memaksa aku menelan pahit getir perpisahan yang tak terduga.

Ya Rahim...  
Bukan ku pinta pertemuan....
jika akhirnya perpisahan yang mendatang.
Bukan ku rayu diriku di cintai jika akhirnya ku di tinggalkan.
Benarkah kata orang manis itu hanya di mulut tetapi menjadi racun berbisa jika tidak di kotakan.
Ataukah aku yang terlalu berharap untuk memiliki hati mu sedangkan kau hanya mahu mempermainkan perasaan ku?
Butakan cinta atau bersalahkah diriku terlalu mengharapkan untuk mengisi bunga-bunga cinta segenap ruang hati ku?
  

Ya Rabbana...
Ku tahu cinta bukannya paksaan,
hanya bercinta membuat hati kita merana tapi cinta kita bukannya paksaan.
Kita saling cinta mencintai namun hati ku merana jua.
Benar kata orang tua-tua cinta yang tidak di sirami dengan bunga-bunga kejujuran,keiklasan dan berakar umbi niat kerana Allah akan menemui kegagalan.
  
Adakah aku sahaja yang penuh ikhlas dan jujur mencintai diri mu....
sedangkan kau sewenang-wenangnya membunuh segala keiklasan dan kejujuran dalam bercinta.

Jika sesungguhnya hatimu benar ada cinta untukku tapi mengapa hati ku di lukai?
Sedarkah engkau luka yang kau tinggalkan terlalu dalam dan amat sukar untuk ku balutnya kembali.

Aku tak tahu adakah ku mampu untuk membalut luka yang amat dalam ini ku berserah hanya kepada-Nya.

Jika di hati mu hanya ada dendam untuk menyakiti hati insan seperti diriku padamkanlah ia kelak akan membakar jiwa mu jua kelak.
  
Siramilah api dendammu  dengan cinta seorang lelaki.
Sedarlah engkau sebelum engkau dilukai buat kali kedua kerna kepedihan dari kelukaan amat seksa sekali untuk kau menanggungnya.
Cukuplah sekali hati di lukai kerna jika kedua kali mambuatkan hati serik untuk bercinta lagi.
Kelukaan yang kau tinggalkan buat ku,
sesungguhnya telah mendewasakan ku.

Terima kasih atas kelukaan itu,
akan ku rawat ia walaupun amat sukar untuk ku melakukannya.
Doaku semoga terbuka hati mu untuk mencintai seseorang dengan keiklasan dan kejujuran yang hakiki anugerah Ilahi,walau pun kelak insan itu bukan lah aku......wassalam.nukilan mohd rusdi ramlee.

 *Untuk makluman semua nota ini adalah nota kedua terawal dari sy di dunia maya dari setiap apa yg berlaku terhadap diri terlalu banyak yg kita pelajari dari hidup sebelum kita mati, dari itu jangan sesekali kita berputus asa dari Rahmat Allah sesungguhnya Dia Maha Melihat hambanya yg di sayangiNya, kerna itu di berikanNya berupa ujian kerna dengan ujianlah kita sedar siapa kita di sisiNya.....~Nukilan Setulus Hati Mohd Rusdi Ramlee~

Sunday, February 27, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

Bersabar dengan UJIAN...



Hidup ini kita tak lari dari ujian, kadang kala ujian itu membuatkan diri kita rasa merasa lemah dan berputus asa. Ujian itu menandakan Allah sayang kepada kita.  Apa jua ujian yang dihadapi.. Tolong ingat kepada Allah... InsyaAllah, Allah akan tolong kita, Allah akan permudahkan jalan utk kita menghadapinya... InsyaAllah... bersabarlah... kuatkanlah hati menghadapinya... Sesungguhnya Allah bersama-sama orang-orang yang bersabar. InsyaAllah...

Betapa sayangnya Allah pada kita sehingga di dalam al-Quran diselitkan dengan motivasi supaya hamba-hambaNya ini tabah dalam menghadapi segala dugaan serta sebelum menuju ke negeri akhirat yg abadi....

  • KENAPA AKU DIUJI?
  • “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.” -Surah Al-Ankabut ayat 2-3 
     
  • KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
  • “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” -Surah Al-Baqarah ayat 216 
     
  • KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?
  • “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” -Surah Al-Baqarah ayat 286 
     
  • RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?
  • “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman.” - Surah Al-Imran ayat 139 
     
  • BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
  • “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” -Surah Al-Imran ayat 200  
    “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” -Surah Al-Baqarah ayat 45 
  • APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
  • “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka… -Surah At-Taubah ayat 111 
     
  • KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
  • “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” -Surah At-Taubah ayat 129 
     
  • ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!
  • “… .. dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” - Surah Yusuf ayat 12
Hadapilah ujian dan dugaan dari ALLAH  dengan keimanan,ketakwaan dan kesabaran. Moga-moga kita sentiasa berada dibawah payung rahmat,redha dan kasih sayangNYA. Mari sama-sama kita amalkan doa ini:

(Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.(2:286)

Sama-samalah kita bina kekuatan di dalam diri kita, apabila bermacam-macam dugaan datang di dalam hidup kita, kerana Allah dekat dengan kita dikala ujian itu datang, jika kita mengingati NYA.


     

Thursday, February 24, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

10 Mayat Istimewa di Akhirat...

NILAIKAN ANDA DI MANA???



Sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT. Disebutkan didalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'

Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'. Bila qiamat datang maka malaikat
datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud.

Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN mereka.

Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati

1. Para Nabi
2. Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6.Imam atau Pemimpin yang Adil
7.Tukang Azan
8.Wanita yang mati kelahiran/beranak
9.Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: 'Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan: 'Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa (ahli puasa) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah buahan syurga.'

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, 'Wahai sekalian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang di firman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud 'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.'


"Jalin silaturahim panjangkan umur, murah rezeki"



APAKAH amalan paling mudah semoga Allah permudahkan rezeki dan panjangkan umur? Jawapannya begitu mudah iaitu menghubungkan silaturahim.

Perkara ini dijelaskan daripada Anas bin Malik, katanya, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda bermaksud: 


”Sesiapa yang ingin dimudahkan (Allah) rezekinya atau dipanjangkan (Allah) umurnya, maka hendaklah dia memperhubungkan silaturahim (hubungan kasih sayang).” (Hadis riwayat Bukhari)

Silaturahim adalah suatu ikatan yang suci yang menuntut kita sebagai umat Islam sentiasa menjaganya. Malah, seseorang itu tidak dikatakan beriman selagi ia tidak mengasihi saudaranya seperti dia mengasihi dirinya sendiri.

Jalinan silaturahim amat penting bagi sesebuah ummah itu hidup lebih cemerlang dan berjaya. Ia disebabkan ukhuwah yang dipupuk di atas rasa cinta dan kasih kerana Allah pasti akan memberikan kekuatan pada jiwa mana-mana individu.



TETAMU YANG KERAP BERKUNJUNG...

MALAIKAT MAUT : TETAMU YANG KERAP BERKUNJUNG 

BETAPA kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, iaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali.. Andainya manusia sedar hakikat tersebut, nescaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.

Justeru itu, tidak hairanlah, jika ramai manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-ketawa, seolah-olah dia tiada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki sebarang bekalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.

Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
Bahawa malaikat maut memerhati wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok dan bergelak ketawa.

Manusia tidak akan sedar bahawa dirinya sentiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan sentiasa sedar terhadap kehadiran malaikat maut, kerana mereka sentiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ehwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.

Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, iaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.

Sebenarnya manusia itu sedar bahawa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu tabie biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir sahaja. Dia mengambil logik, bahawa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kemalangan samada diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.

Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang merbahaya seperti penyakit barah, sakit jantung, AIDS, demam denggi, taun dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas.

Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, ? sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah??.

Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut sentiasa berligar di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat.

Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.

Namun ajal tidak mengenal orang yang sihat, ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.

Walau bagaimana pun, ada ketikanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyedarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang muflis di akhirat kelak.

Begitu juga orang yang mati mengejut disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Kerana sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesalan yang tidak berguna.

Di kalangan orang solihin menganggap bahawa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahawa Allah SWT masih menyayanginya. Kerana betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amaran terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memberi amaran terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyedari adanya bahaya di hadapannya, jika ada amaran terlebih dahulu nescaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.

Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahawa Izrail merasa kesedihan apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT iaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.

Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada tuhan betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemuh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, kerana kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.

Diriwayatkan bahawa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai-bagai sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila berlakunya kematian, mereka akan berkata bahawa si anu itu mati kerana mengidap sakit, ataupun kerana mendapat kemalangan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu.

Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang sememangnya diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit tenat seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sememangnya telah tiba.

Namun pada hakikatnya bahawa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali lagi. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahawa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentera-tentera Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.

Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu samada bersebab ataupun tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahawa ada ketikanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan seronok bergelak-ketawa, hingga malaikat maut berasa hairan terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal samada seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sihat dan segar-bugar.

Firman Allah Taala yang bermaksud:
Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat ( pula ) mempercepatkannya. ? ( Surah Al-A'raf ayat 34)

~Ya Allah... Sesungguhnya Setiap Apa Yang Berlaku Ada Hikmahnya~


Renungan ku dan renungan mu,
aku redha dengan perpisahan ini Ya Allah,
aku bersyukur di atas perpisahan ini,
kerana ku yakin engkau maha mengetahui segalanya,
mungkin si dia bukan terbaik untuk diriku.
  
Ya Allah...
aku berserah segalanya pada Mu.
Kurniakan lah kebahagiaan pada dirinya,
hadirkah lah insan yang terbaik buat dirinya,
semoga dirinya tidak terus hanyut di buai mainan dunia yang hanya sementara.
  
Ya Allah...
ku tahu ini adalah kafarah segala dosa-dosa yang telah ku lakukan,
mungkin ini adalah balasan yang setimpal harus ku alami,
namun aku redha dan pasrah jika ini merupakan hukuman dari Mu pada ku,
daku bermohon pada Mu hadirkan lah kebahagiaan yang abadi,
bantulah diriku mencari ketenangan di sebabkan perpisahan ini.
Ku memohon petunjuk Ilahi hadirkanlah insan sejati,
menemani kesepian mendamaikan sekeping hati ini
  
Ya Allah....
Hanya cinta Mu yang ku harapkan,
hanya kasih Mu yang ku dambakan,
andai dia sang muslimah Kau utuskan buat perantaraan aku terima dengan redha.
Namun padanya ingin ku berpesan,
maaf jika hati ini tidak sepenuhnya untuk mu,
kerna dia adalah milikNya,
maaf jika ketaatan ku tidak sepenuhnya untuk mu,
kerna ia milikNya,
maaf jika cinta ini bukan sepenuhnya untuk mu,
kerna ia adalah milikNya,
namun jika insan lain jadi perbandingan kau tetap akan ku cinta hati ku tetap pada mu,
andai jika tidak dapat ku miliki sepenuhnya lantas ku menjauhi,
aku redha kerna Dia mengatasi segalanya.

Ya Allah...
Aku pasrah andai di takdirkan bersendirian sehingga ke akhir hayat dikala nafas terhenti.
Kerna ku yakin cinta ku padaNya cinta azali.
Kerna janjiNya adalah janji yang pasti.
Kerna Dia tidakkan mempersiakan.
Kerna Dia takkan mengecewakan.
Lantas ku akur,
ku bukakan hatiku seluasnya serta minda ku pemberianNya.
Kuterima sang hakikat dengan penuh ketenangan sesungguhnya perjalanan ini telah tertulis,
rentetan hayat ini telah terurat.

Ya Allah...
kurniakan lah aku isteri dan zuriat yang soleh sebagai penyejuk mata penenang jiwa,
kurniakan daku isteri suri dalam hidupku penyejuk mata penawar di hati
di dunia dialah penyeri di syurga menanti.
Dia bidadari di tangan Mu,tuhan ku sedar impian penentu jodoh pertemuan,
seandainya dirinya tercipta untuk ku relakan aku menjadi miliknya....amin.

Untuk makluman semua, ini adalah nota terawal dari saya di dunia maya.....
~Setulus Hati Mohd Rusdi Ramlee~

~Kasih Sayang Seorang Abang Menjadi Pemimpin Kepada Adik~

Tatkala ibu mengandungkan anak kedua, si ibu mula terhidu perubahan sifat anak pertama. Kebiasaannya sifat anak pertama tersebut akan berubah menjadi lebih agresif sedikit daripada biasa, lebih sensitif dan mudah merajuk. Sikit-sikit nak menangis, sikit-sikit merajuk, begitu sifat abg bermulanya ia sedar mkin kasih sayangnya di abaikan. Sifat-sifat tersebut boleh berlarutan sehinggalah kelahiran adiknya kelak.

1. Selepas Kelahiran Anak Kedua,
Perasaan cemburu si abang terhadap si adik kecil semakin ketara. Si abang seolah-oleh bimbang akan kehilangan kasih sayang daripada ibu bapa terutama ibunya. Tambahan pula apabila melihat ibunya memangku adiknya ketika menyusu, malah menukarkan lampin adik pun dia cemburu… Ia bayangkan seolah-olah dirinya sudah tidak disayangi lagi oleh ibunya lagi. Itulah sebabnya sesetengah anak yang dah boleh bercakap, apabila ditanya ‘nak adik?’, dengan spontan dijawabnya ‘tak nak’ (macam rokok pulak.. ye)  (^_^)

2. Tukar Sifat Cemburu Kepada Kasih Sayang!!
Biasanya anak tua kita itu akan menunjukkan rasa cemburu dengan keadaan emosi yang kurang stabil, memukul adik tanpa sebab, cubit dan sebagainya apabila ‘lepa’ daripada pandangan ibu atau bapa.. Anda boleh cuba kaedah ini iaitu: ..Ibu memegang tangan si anak sulung, kemudian sama-sama menyentuh dengan sentuhan lembut bahagian badan si adik kecil (pipi, lengan, kaki dan sebagainya). Lakukan perbuatan tersebut sekerap mungkin. Cerita pada si abang bagaimana pada ketika dulunya si abang pun diperlakukan perbuatan yang sama. Sambil menyusukan si kecil ibu juga perlu memperbanyakkan mengusap kepala dan menyentuh sekerap yang boleh tubuh si abang supaya ia merasakan dirinya masih disayangi.(wah!!!..mrr mcm pakar motivasi pulak ye...(^_^)

3. Panggilan Membentuk Sifat
Ajar si abang supaya memanggil adiknya dengan panggilan ‘adik’ atau seumpamanya dan bukan dengan panggilan nama sahaja. Perkataan ini mampu membina sifat tanggungjawab si abang terhadap adiknya.

4. Pimpin Tangan Adik
Ketika sudah besar sedikit, iaitu adik dan abang sudah boleh berjalan sendiri, latih si abang untuk memimpin tangan adiknya. Pegang tangan abang dan lekapkan kepada tangan adik ketika berjalan. Kaedah ini dapat menimbulkan rasa tanggungjawab dan kasih sayang abang terhadap adiknya. Sifat sebagai pembela, mempunyai peranan dan rasa tanggungjawab mula terbentuk, iaitu lebih awal daripada kebiasaan. Keadaan ini sekurang-kurangnya dapat meringankan ibu bapa mengendalikan ragam anak-anak.

5. Perkongsian
Kebiasaannya ibu bapa membeli sesuatu khusus untuk seorang anak. Contohnya jika beli kereta mainan untuk dua orang anak, dibelikan dua buah iaitu seorang satu buah. Jika beli air kotak, juga dibelikan 2 kotak. Cuba tukar kaedah biasa ini kepada bentuk perkongsian. Ajar mereka berkongsi. Jika beli kereta mainan, pastikan berlainan supaya dapat berkongsi. Begitu juga minuman, beli satu kemudian berkongsi, kalau boleh bukan setakat kongsi tetapi abang yang suapkan kepada adik.

6. Bersikap Adil
Jangan pukul abang jika dia berkasar dengan adiknya. Dia akan menyimpan sifat dendam sekiranya kita memarahi atau memukul sebaliknya latih, pujuk dan didik. Peluklah sambil memberi nasihat kepadanya sebagai suatu kaedah mendidik. Ramai ibu bapa berpendapat bahawa anak sulung perlu mengalah. Perlu memahami masalah dan memahami keperluan si adik, malah ada kalanya perlu memikul kesilapan si adik. Adakah ini wajar? Keadaan begini tidak adil kepada anak sulung, malah menyebabkan jiwanya memberontak dan tertekan. Seterusnya akan menjejaskan misi kita menjadikan anak sulung sebagai pembela yang bertanggungjawab dengan ikhlas.
Hasil daripada penggunaan kaedah-kaedah yang dicadangkan memerlukan masa yang lama. Ibu bapa perlulah mempraktikkan secara berterusan dengan sabar… Insya Allah, Dengan izin Allah akan berhasil. sekian wassalam......mrr (^_^)

Wednesday, February 23, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

~Tambahkan Manis Dalam Senyuman.. Kurangkan Manis Dalam Makanan~

Akhbar tempatan ada melaporkan bahawa kajian daripada Kementerian Kesihatan menyatakan bahawa orang dewasa di negara kita didapati memasukkan tujuh sudu teh atau 51 gram gula sehari dalam minuman mereka, iaitu melebihi pengambilan gula yang disyorkan oleh WHO, iaitu tidak lebih 50 gram.

Ini belum lagi ditambah dengan gula yang dijadikan ramuan dalam kuih-muih, bubur, kek, ais krim, coklat dan sapuan roti yang kita makan setiap hari.

Secara kalkulatifnya, seseorang individu perlu menaiki tangga setinggi 14 tingkat untuk membakar 20 kilo kalori tenaga yang dibekalkan dalam satu sudu teh gula

Maka, untuk membakar purata 7 sudu teh gula yang diambil oleh rakyat Malaysia, mereka perlu menaiki tangga setinggi 98 tingkat untuk membakar 140 kilo kalori tenaga sehari!
Gula yang tidak dibakar oleh kerja-kerja harian yang mencukupi akan disimpan sebagai lemak, dan ini merupakan antara punca meningkatnya kadar obesiti di kalangan kanak-kanak mahupun orang dewasa di Malaysia.

Begitu juga dengan risiko penyakit kencing manis, atau Type 2 Diabetes yang seterusnya memberi kesan kepada:

  • Mata (Diabetic Retinopathy)
  • Saraf (Diabetic Neuropathy)
  • Buah pinggang (Diabetic Nephropathy)
  • Atherosclerosis dan darah tinggi
Tidak lupa juga kepada risiko gangrene yang seterusnya mesti dipotong untuk mengelakkan daripada merebak kepada bahagian badan yang lain.

ADA APA DENGAN AIR KENCING SYAITAN?


Rasulullah saw bersabda yang maksudnya: “Dalam persoalan arak ada sepuluh orang yang dikutuk kerananya iaitu pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan hasil wangnya, pembayarnya dan pemesannya”. (Riwayat Anas ra)

 

Arak yang juga disebut khamar dalam bahasa Arab bermaksud minuman yang memabukkan. Ia menjadi minuman kemegahan bagi orang-orang fasik, kafir dan munafik. Di dalam Islam hukum meminumnya adalah haram.


Manakala dari aspek mental pula al-Quran sendiri ada menyebut bahawa arak itu akan mendedahkan gejala yang tidak baik kepada individu, masyarakat dan negara di mana seseorang yang meminum arak pasti akan mengalami gangguan minda, hilang pertimbangan dan kesedaran diri menyebabkan ia akan melakukan sesuatu perkara buruk yang tidak pernah dilakukan ketika dia berkeadaan waras. Inilah puncanya berlaku permusuhan dan kebencian serta terjadinya penyakit sosial seperti gejala seks bebas, pembunuhan dan kemalangan jalanraya.


Sesungguhnya tujuan utama Islam mengharamkan pengambilan arak adalah untuk menjaga keperibadian manusia daripada perkara-perkara yang merosakkan selain daripada kesan arak itu sendiri yang boleh melalaikan diri daripada mengingati Allah. Bahkan para fuqaha mengatakan bahawa jenayah arak ini sebenarnya samalah seperti kesalahan mencuri dan berzina di mana hukuman yang bersabit dengan arak ini adalah sebat antara 40 hingga 80 kali.

Larangan arak selain daripada yang disebutkan di dalam hadis di atas juga berlaku pada larangan menghadiri majlis di mana arak disediakan untuk para tetamu. Oleh itu menjadi tanggungjawab setiap Muslim untuk menjauhi arak daripada kehidupan mereka dan bersama membenteras gejala tidak sihat ini daripada terus menular di dalam masyarakat.

Sembahyang Jamak dan Qasar



Tapi pastikan jarak ke destinasi adalah 2 marhalah atau 90KM (agak2).

Sembahyang Jamak dan Qasar

Makna Jamak - dihimpunkan
Makna Qasar - dipendekkan


Perkara paling penting
1) Niat terlebih dahulu setelah keluar dari rumah iaitu:- "Sahaja aku musafir kerana Allah Taala".
Kita boleh melakukan selama tiga hari tinggal bermukim.


Jamak Takdim dan diQasarkan (di pendekkan)

1.Melakukan sembahyang asar dalam waktu zuhur itu di namakan Jamak Takdim.

Lakukan sembahyang zuhur 2 rakaat selepas itu di ikuti pula sembahyang asar 2 rakaat.

Niat untuk sembahyang zuhur ialah "Sahaja aku sembahyang fardu zuhur 2 rakaat qasar dengan jamak takdim kerana Allah Taala".

Niat untuk sembahyang asar pula ialah "Sahaja aku sembahyang fardu asar 2 rakaat qasar dengan jamak takdim kerana Allah Tallah".

 
Jamak Takhir dan diQasarkan (di pendekkan)




2.Melakukan sembahyang zuhur dalam waktu asar itu di namakan Jamak Takhir.

Tapi dengan syarat kita mesti niatkan dahulu dalam hati sebelum habis waktu zuhur iaitu:- "Aku nak jamakkan sembahyang zuhur dalam waktu asar"

Lakukan sembahyang asar 2 rakaat selepas itu di ikuti pula sembahyang zuhur 2 rakaat.

Niat untuk sembahyang asar ialah "Sahaja aku sembahyang fardu asar 2 rakaat qasar dengan jamak takhir kerana Allah Taala".

Niat untuk sembahyang zuhur ialah "sahaja aku sembahyang fardu zuhur 2 rakaat qasar dengan jamak takhir kerana Allah Talla".

Kita boleh juga jamakkan magrib dengan isyak atau sebaliknya tapi waktu magrib tidak boleh diqasarkan ia tetap 3 rakaat caranya ialah:-

1.Melakukan sembahyang isyak dalam waktu magrib itu dinamakan jamak takdim.

Niat untuk sembahyang magrib ialah "Sahaja aku sembahyang fardu maghrib 3 rakaat dijamakkan fardu isyak dengan jamak takdim kerana Allah Talla".

Niat untuk sembahyang isyak ialah "Sahaja aku sembahyang fardu isyak 2 rakaat qasar dijamakkan fardu magrib dengan jamak takdim kerana Allah Tallah".

Jamak takhir dan diqasarkan (di pendekkan)

2.Melakukan sembahyang magrib dalam waktu isyak itu dinamakan jamak takhir.

Tapi jangan lupa niatkan sebelum waktu magrib berakhir "Aku nak jamakkan sembahyang magrib dalam waktu isyak"

Niat untuk sembahyang isyak ialah "Sahaja aku sembahyang fardu isyak 2 rakaat qasar dijamakkan fardu magrib dengan jamak takhir kerana Allah Talla".

Niat untuk sembahyang magrib ialah "sahaja aku sembahyang fardu magrib 3 rakaat dijamakkan fardu isyak dengan jamak takhir kerana Allah Tallah".



Selamat menunaikan kewajipan sebagai umat islam.Tapi yg penting jgn lupa..tutup aurat ye!!




Tuesday, February 15, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

Detik-detik Rasul SAW Menghadapi Sakaratul Maut…

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yg dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap, Rasul SAW dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kpd-Nya. Kuwariskan dua perkara pd kalian, Al-Qur'anul Karim dan sunnahku. Barangsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak org-org yg mencintaiku akan msk surga bersama-sama aku".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul SAW yg tenang dan penuh kasih menatap sahabatnya satu per satu.

Abu Bakar r.a. menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar r.a.dadanya bergemuruh, naik turun menahan tangisnya, Usman r.a. menghela nafas panjang, dan Ali r.a. menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua" keluh hati semua sahabat di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasul SAW yg berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yg hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasul SAW masih tertutup.

Sedang di dalamnya, Rasul SAW sedang terbaring lemah dengan keningnya yg berkeringat dan membasahi pelepah kurma yg mjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
'Bolehkah saya masuk?' tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'

'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.' Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.

'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'

'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik...


Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. 'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya.

'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku' 
'Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'


Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu...

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Betapa cintanya Rasulullah kepada kita..

Berselawatlah ke atasnya :

"Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi "


Sebarkan riwayat ini jika kalian mencintai Rasulullah SAW…

Monday, February 14, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

Keutamaan Shalawat Nabi SAW....


CINTA NABI BACALAH SHALAWAT

Tuhan kita cintai, maka orang yang menjadi nabipun hendaknya harus dicintai. Beriman akan adanya Allah dan beriman kepada Nabi adalah wajib bagi kaum muslimin, sebagai mana pula disebutkan dalam dua kalimat syahadat ;

“Asyhadu alla ilaaha illalaah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah”

Al-Qur’an yang dibawanya sebagai mukjizat Rasulullah yang besar, tunduk dan patuh kepada nabi Muhammad dan cinta kepadanya. Dalam surat al-Hasyr ayat 7 disebutkan sebagai berikut:

وَمَآءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

“Apa yang dibawa oleh Rasul kepadamu, hendaklah kamu terima dan apa yang dilarangnya hendaklah kamu jauhi”

Dalam hadits Rasulullah Saw. dinyatakan :“Hendaknya kamu sekalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafa ar-Rasyidun”. (HR Abu Daud)

Al-Qur’an membawa ajaran yang global kemudian nabi menjelaskannya melalui ibadah shalat “Shalatlah seperti aku (nabi) melaksanakan shalat” Artinya bahwa tanpa penjelasan dari nabi mustahil shalat itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka selain melihat ayat al-Qur’an juga dijelaskan secara rinci dalam hadits rasul.

Tuhan dicintai, dan nabi juga harus dicintai, cinta kepada keduanya harus tidak boleh dikalahkan oleh cinta kepada segala apa juapun. Cinta kepada nabi tidak cukup dengan dilahirkan dengan kata-kata, melainkan juga harus dibuktikan dalam perbuatan, mematuhi ajarannya, berjuang menegakkan agama Islam, memurnikan Islam dari perbuatan bid’ah, memuliakan nabi dan memperbanyak shalawat, memuliakan keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Dalam hadits diceriterakan bagaimana kecintaan sahabat kepada Rasulullah :
a. Betapa cintanya paman nabi, Hamzah ia rela melindungi nabi dari serangan panah musuh, dan gugur sebagai syuhada di medan perang Uhud.

b. Bilal yang termasyhur dengan muadzinnya, ketika hendak meninggal kawannya yang menyaksikan berkata: Betapa sedih hati kami mendengar kata itu justru Bilal berkata” betapa gembira hati kami karena akan bertemu dengan nabi (di akhirat kelak),

c. Suatu berita duka disampaikan kepada seorang wanita Madinah, bahwa saudaranya, yang telah gugur di medan perang Uhud, datang kepada Rasul dan bertanya” bagaimana keadaan Rasul, melihat wajah Rasul baru puas, segala bencana yang menimpa diriku kecil asal rasul selamat.

d. Zaid bin Datsanah dibawa orang kafir Makkah keluar kota, hendak dibunuh; Abu Sofyan (pemimpin Kafir) berkata:”Maukah engkau saya ganti dengan nabi Muhammad, tidak biar aku saja yang mati, engkau bunuh dari pada nabi meninggal sebagai penggantiku.

e. Tsaubah, seorang budak yang dimerdekakan oleh nabi; Tsaubah menyatakan tentang dirinya, saya menjadi pucat kalau lama tidak melihat nabi yang dicintainya.


Salah satu kecintaan umat Islam terhadap nabi dibuktikan dengan ucapan Shalawat kepadanya. Ucapan shalawat kepada nabi artinya Allah memberikan keberkatan kepada nabi (yang dicintainya). Manusia dan malaikat bershalawat, artinya memohon kepada Allah agar Allah berkenan memberikan keberkatan kepada nabi.

Shalawat kepada Nabi Muhammad, shalawat adalah bentuk jamak yang artinya; Shalat, do’a, keberkahan. Yang bershalawat bukan kita tetapi Allah, para malaikat shalawat kepada nabi. Do’a, keberkatan juga berarti rahmat dan karunia, kurnia kebaikan. Shalawat kepada nabi suatu hal yang sangat penting dalam Islam, terbukti bacaan shalawat dalam shalat lima waktu.

“Allahuma shalli alaa muhamadin wa alaa aali Muhammadin kamaa shallaita alaa ibrahim wa aali Ibrahim wa baarik aala Muhmadmadin wa aali Muhammadin kamaa baarakta alaa Ibrahim wa Aali Ibrahim fil alamien innaka hamidun majiidun”

Membaca shalawat sekurang-kurangnya baca “Shallallaahu alaihi wa sallama” janganlah kita kikir dengan bacaan Saw. dalam hadits dinyatakan ;

“Dikatakan seseorang itu bakhil barang siapa yang mengingatku bagi nabinya maka baginya belum shalawat kepadaku”

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw. dimana beliaulah yang telah mendakwahkan agama Islam dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang, hingga manusia mengetahui terhadap hal yang hak dan hal yang bathil. Shalawat kepada nabi bermanfaat kepada keduanya, dido’akan dan mendo’akan dan berpahala.

Membaca shalawat atas Nabi Muhammad, dengan sebanyak-banyaknya itu adalah dianjurkan, walaupun bacaan secara singkat. Dan bagi siapa yang meremehkan dan mengabaikannya, maka itu adalah merupakan tanda bagi mereka yang meremehkan agama, tetapi bagi siapa yang membacanya secara sempurna itulah yang lebih utama, lebih jelasnya hal ini, marilah kita perhatikan pada sebuah hadits Nabi. Yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, yang mana beliau telah berkata: Nabi Muhammad bersabda:

"Jika kamu membaca shalawat atasku maka sempurnakanlah dan perbaikilah karena kamu tidak mengetahui kemungkinan shalawat itu langsung disampaikan kepadaku."

Sehubungan dengan hal ini Allah juga berfirman dalam Surat al- ¬Ahzab (33) ayat 56 yang berbunyi :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bacalah shalawat dan salam kepada Nabi dengan sungguh-sungguh."

Bershalawat kamu, dan sampaikan salam kepadanya dengan sepenuh penghormatan ! Bacaan shalawat adalah merupakan penebus dosa dan menjadikan diri seorang yang suci, maka barang siapa yang membaca sekali saja Allah akan bershalawat sebanyak 10 kali, yaitu Allah akan menurunkan rahmat-Nya sebanyak 10 kali lipat. Hal ini lebih jelasnya seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad :

"Bacalah shalawat untukku, maka bacaan shalawatmu untukku itu, menjadi penebus dosa dan kesucian untuk dirimu, maka siapa yang membaca shalawat untuk 1 kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali, (yaitu rahmat Allah turunkan padanya 10 kali lipat)."Man shalla alayya shalaatan shallaahu alaihi bihaa asyran”

Sekali bacanya saja, akan meraih sebanyak 10 kali shalawat 10 kali dari Allah, dan apabila kita mau membaca sebanyak 10 kali, maka Allah akan bershalawat sebanyak 100 kali, dan membacanya 100 kali, bebas dari nifaq serta bebas dari api neraka, demikian juga pada hari kiamat nanti bersama-sama dengan orang yang mati syahid.

Dan juga paling dekat di hari kiamat dengan nabi. “Sesungguhnya manusia yang paling pertama pada hari kiamat, kebanyakan mereka yang bershalawat kepada nabi” Hadits Rasulullah.

Di samping itu shalawat adalah sebagai penyebab datangnya suatu ampunan atas segala macam dosa-dosa, selagi kita benar-benar mau dan memperbanyak membacanya, hal ini di lain hadits Nabi, bersabda:

"Perbanyaklah membaca shalawat untukku, karena shalawatmu padaku itu menyebabkan pengampunan dosa-dosamu, dan mintalah pada Allah untukku derajat wasilah, maka sesungguhnya wasilahku dihadapkan Allah itu berupa syafaat bagi kamu."



Sesuai dengan pembahasan ini saya hendak membawakan suatu cerita, dimana pada suatu ketika ada seorang yang mengerjakan ibadah haji, dimana dia selalu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad di setiap tempat yang mustajab, dan waktu ditanya : mengapa kamu tidak memanjatkan sebuah do'a yang ma'tsur dari Nabi pada tempat¬ tempat tertentu ini ? Lalu dia terlebih dahulu memohon ma'af, dan menjawab serta menjelaskan perihal keluarnya bersama ayahnya, yaitu beribadah haji, akan tetapi sampai tiba di Basrah, secara mendadak ayahnya meninggal dunia, dan wajahnya berubah seperti himar. Lalu saya dalam keadaan seperti itu, saya bersedih hati dan terpengaruh terhadap perasaanku, dan tatkala aku tertidur dalam keadaan seperti ini, tiba-tiba bermimpi berjumpa dengan Nabi, lalu saya memegang tangannya.

Dan Nabi bersabda : Ayahmu itu telah memakan riba, sedang bagi pemakan riba adalah seperti itu keadaannya. Akan tetapi ia gemar membaca shalawat untukku, di mana dia setiap malam membaca sebanyak 100 kali, oleh karenanya tatkala hal ini disampaikan oleh malaikat perihal keadaan ayahmu, maka saya meminta izin agar segera memberi syafa'at untuk ayahmu.

Dan Allah memberi lain kepadaku, saat itu tiba-tiba saya terbangun dari tidur dan berubah wajah ayahku seperti bulan purnama. Setelah saya menguburnya, saya mendengar suara : ayahmu selamat sebab dia gemar dan selalu membaca shalawat atas Nabi. Karenanya aku bersumpah kepada diriku sendiri, tidak meninggalkan terhadap shalawat atas Nabi pada setiap keadaan dan di mana saja aku berada.

Cinta Dalam Diam...


Jika Belum Bersedia, Cintai Ia Dalam Diam

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…


Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya ” (Hadist) "
“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)



Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


"…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26) "

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan… serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…




“ Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ” (Umar bin Khattab ra.)