Monday, July 11, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

Pulanglah, masih ada hari esok yang lebih baik untukmu ……….!”.

Jambatan ditengah sebuah kota metropolitan yang indah dengan kesibukan kota ,  aku terlihat seorang pemuda yang termenung sambil memandang derasnya aliran air sungai yang laju arus yang mengalir. Matanya hanya menatap kosong , tidak tahu pikirannya entah kemana saat itu. 

Mungkin….pemuda itu sedang dirundung kesedihan yang terlalu mendalam. Jiwa ku bagai meronta untuk aku mendekatinya..Aku cuba menghampirinya dengan menghulurkan salam tanda siratulrahim tidak terbatas, kerana kita sesama islam. Ku cuba mulakan perbualan ku satu persatu agar pemuda itu sudi menceritakan apa yang kusut di mindanya... “Istriku baru meninggal dunia tiga hari lepas , jiwanku terasa hampa kini, hidupku tak ubahnya bagai mayat yang bernyawa.” Jelas pemuda itu dengan nada yang sayu memecah kesunyian di bawah jambatan kongkrit.. Sedang dia duduk dan menggengam sebatang buluh , tepat pandangannya menjauh bagai memikirkan sesuatu, ia seperti sedang memancing di arus yang deras, sungai yang dihubungkan oleh jembatan tempat kami berada. 

Matahari seakan tegak lurus diatas kepala, jam di tanganku menunjukkan tepat pukul 1 tengahari, namun teriknya tidak terasa karena bayu diangin lalu menyapa kami mungkin terlindung dari tersergam indah jambatan kongkrit lalu mulutku terus bertanya pada pemuda itu.. “ apa yang sedang engkau pikirkan wahai anak muda ? “ , pemuda itu membisu tanpa berbicara dengan pandangan tetap pada buluh yang di gengamnya sesekali di benamnya buluh itu di tebing berlumpur, tanpa menoleh sedikitpun. Lalu aku itu tersenyum kecil, “ Seandainya malaikat maut datang menyapamu , apakah engkau masih diam anak muda ? “ suara aku ketika itu terdengar agak nyaring.


Lama senyap ……… “ Seandainya ada malaikat maut yang datang menyapaku , aku akan mengatakan agar ia segera mengambil nyawaku !” tiba-tiba pemuda itu bersuara memecah keheningan diantara kami berdua. “ Seperti engkau tahu akan terjadi salah satu peristiwa penyudah kehidupan ini , orang yang mengakhiri hidup disungai ini…..!” berkata pemuda itu dengan jiwa yang kesal “ apa masalahmu anak muda ? “.Tanyaku dengan penuh keperihatinan, “ Siapa yang mampu hidup manakala orang yang dicintai dan dikasihinya telah tiada ! “ lalu pemuda itu meneruskan “ Istriku telah pergi buat selama-lamanya  tiga hari yang lalu , ia menderita sakit kuat , sedangkan aku tak mampu berbuat apa-apa untuk mengubatinya …..” , suara sayunya cukup menyayat hati seiring lenangan air menitis dari matanya. 

Aku berkata padanya “Wahai anak muda aku turut berduka cita , anak muda , hidup memang penuh misteri dan misteri itu hanya milik Tuhan ! kita selalu mengetahui misteri itu apabila waktu sudah di tentukan untuk bercerita pada kita….” , kemudian aku meneruskan lagi percakapanku  “ Apa yang engkau alami , sudah pernah kurasakan , mungkin selama ini aku adalah salah seorang seperti kamu juga, aku yang pernah putus asa dan termenung dijambatan seperti ini, bahkan hampir mengakhiri hidupku dibawah sana….”. 

Pemuda itu menghampiri ku dan duduk di sisi kananku. “ lalu ? “ pemuda itu mulai berbicara pada nada sayu bagai ingin tahu. Tanpa menoleh aku kembali bercerita , seolah – olah mataku merenung jauh ,seluruh memory hidupku bagai di putar semula umpama di pawagam terbentang skrin luas, mengingatkan kenangan yang mungkin dirasakan pahit bagiku. “ aku sudah menikah sebanyak tiga kali , istriku yang pertama adalah seorang yang kaya raya, seorang wanita bekerjaya mempunyai perniagaan sendiri walaupun masih dalam usia yang muda.

Setelah kami menikah, kami selalu berhadapan dengan kesibukan mengejar harta, usaha dan perniagaan kami maju dengan pesatnya, kami sungguh sangat berbahagia ….namun sungguh tak diduga…..rumah kami masuki perompak , istriku meninggal ketika ia ingin mempertahankan hartanya dan dirinya sedangkan aku tak mampu berbuat apa – apa karena sebatang besi telah menghilangkan kesadaranku ketika perompak itu menghayunkan sebatang besi  ke kepalaku, kelam seketika kurasakan pandangan mataku hanya ku terdengar jeritan isteriku meminta tolong akibat di perkosa oleh manusia yang tidak berhati manusia ……jeritan semakin menjauh dan menjauh lalu lenyap dalam kalimah Ya..Allah! , rumahku dibakar oleh perompak itu , Syukur aku diselamatkan oleh jiran tetanggaku namun sayang ….istriku telah pergi mengadap ilahi buat selama-lamanya itulah peristiwa ngeri dalam hidupku”, 

Senyap suasana sejenak lalu aku menyambung kembali “  hati aku hancur ….rasanya tiada artinya hidup ini lagi , aku ke jembatan ini , aku ingin bunuh diri……!, namun gagal …aku diselamatkan oleh seorang wanita miskin ketika aku ingin meloncat dari jembatan ini, lalu aku jatuh sakit ….. aku dirawat oleh wanita miskin itu disebuah rumah yang lebih layak dihuni oleh haiwan, tak lama kesehatanku mulai baik, lalu aku memutuskan untuk menikahi wanita miskin itu, walaupun hidup susah namun ada kebahagian diantara kami berdua , baru tiga bulan kami mendirikan rumahtangga , ia jatuh sakit …..dan akhirnya meninggal dunia ….aku tak dapat berbuat apa-apa …karena tak mampu untuk membiayai perubatannya….” Berhenti sejenak lalu aku menarik nafas panjang. “ engkau tahu anak muda bagaimana rasanya kehancuran untuk kedua kalinya ? sakitnya tak dapat kuungkapkan padamu , rasanya nyawakupun sudah tak berada ditempatnya, sama seperti jawapanmu tadi ketika aku pertama kali bertanya padamu , Wahai..anak muda !”. “ Aku tahu bagaimana perasaanmu , Ya Allah !” pemuda itu mencelah dengan nada yang sebak lagi bertakung air di kelopak matanya.

Aku kembali berkata , “ Aku kembali kemari , ke jembatan sepi ini, dan kali ini sudah bulat dalam tekadku untuk mengakhiri semua kekesalan yang mengikutiku, tapi…..aku gagal lagi….ada seorang janda yang menggagalkan niatku , wanita itu adalah wanita yang kutinggalkan ketika aku telah memilih wanita kaya untuk menjadi istriku pada masa dulu, dulu pada mulanya lama kami bercinta hingga akhirnya kutinggalkan ia demi mengejar menteri….” . “ Suaminya menceraikannya karena ia tidak dapat melahirkan keturunan zuriat bagi mereka, wanita itu ikhlas lalu aku berkahwin dengannya kerana keiklasan hatinya kerana Allah……kami mengharungai hidup berumahtangga dalam suasana yang sangat sederhana, kami sangat berbahagia , ia mengajarkan arti sebuah keikhlasan yang sangat dalam maknanya padaku …..” . 

“ Akhirnya kamu bahagia dan beruntungkan!”, pemuda itu mencelah berkata dengan mantap. “ Tidak ……istriku yang ketiga inipun meninggal ketika hendak melahirkan anak kami yang pertama , anak yang sangat didambakan oleh pasanga itulah penyambung warisan , betapa hancurnya hatiku, wahai... anak muda..., apalagi ketika anakku itupun juga seakan tak ingin berpisah dengan ibunya ke alam baqa……..kini aku hanya sebatang kara…..tapi aku ikhlas …..Tuhan selalu memberikan jawapan apabila kita sudah di tentukan dengan takdir dan waktu, jangan pernah putus asa anak muda , sesungguhnya semalang apapun dirimu sebenarnya engkau masih beruntung karena mungkin ada yang lebih malang darimu.” 

Aku menoleh pada pemuda itu dan menepuk bahunya, sambil ku tatap matanya penuh keiklasan setiap bibit bicara ku lontar dari hati ke hati buatnya , “ Apapun yang telah digariskan Tuhan padamu, yakinlah itu lebih baik dari pada apa yang ingin engkau gariskan buat dirimu sendiri, anak muda !, dan satu lagi pesanku, kebahagiaan bukan karena banyak atau sedikitnya harta yang engkau miliki tapi bagaimana caranya kamu mampu mensyukurinya karena disitulah letak kebahagiaan itu ! “. Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya lalu aku berkata dengan nada penuh kesayuan “ Pulanglah, masih ada hari esok yang lebih baik untukmu ……….!”. 








Thursday, July 7, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

~CAHAYA CINTA SINAR KASIHMU~

Lebih kurang tiga minggu yang lepas saya membawa isteri ke 'Mahkota Medical Centre', dia mengadu kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badanya lenguh-lenguh. Saya tanya dia"mengandung kot?" Dia kata tak ada. Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja,saya bawak dia jumpa doktor dan ternyata.... isteri saya mengandung dua bulan.
Emmm saya dah agak dah.Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa depan akan pastinya berubah lagi. Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning sickness yang teruk sekali bagi isteri saya.Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa. Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak. Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur, kadang-kadang tu asyik nak tidur saja.
Selesai saja solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya. Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu, sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran sehingga isteri saya terlelap.Memang kebiasaan sebelum mengandung pun saya akan membaca Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur sehinggalah dia terlelap.
Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam.Bukan itu sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya ceritakan padanya ialah tentang tauhid.
Saya bermula dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab 'Kasyaful Mahjub'. Mungkin ada pembaca yang berkata saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada kemudian hari adalah diluar bidang kuasa saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.
Saya bercerita kepadanya tentang Allah, zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar email dan bertanya bagaimana mahu menasihati anak agar tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya yang mempunyai hubungan rapat dengan kita.Tak kiralah anak, isteri atau suami. Bagaimana?
1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub conscius mind) adalah paling optimum ketika ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).
2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke ubun - ubun orang yang ingin anda nasihati.
3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam hati dan jangan putuskan zikir anda.
4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat,banyakkan berselawat, banyak bersabar. Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat anda
5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan anda berjaya dengan kaedah ini. Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An Nu'man), seseorang pernah bertanya kepada bapa Imam Abu Hanifah.
"Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam Abu Hanifah "Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia dilahirkan". Kalau didengar pernyataan ini tentu aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah) ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak dari kandungan lagi.
Saya beri anda satu logik akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri kita. Mereka adalah cermin kepada diri kita sendiri. Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa berdoa agar dia terus membesar dan dilindungi Allah sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh Luqman Al Hakim kepada anaknya.
Saya bacakan kisah para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa pula kata mereka nanti. Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun nyenyak dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca surah yasin disisi isteri hingga dia terlelap. Saya kehalaman rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa depan, tentang anak, tentang cinta, tentang Tuhan.
Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim piatu yang ditinggalkan ditengah padang rumput,sehingga sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud salasilah keturunan yang baru.Saya bertekad dalam hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya biarkan menagih kasih dirumah kebajikan.Dia tidak akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu dibohongi yang teddy bear adalah'mama'nya seperti saya. Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia tumpah.Oh! janganlah tumpah lagi.Sudah terlalu banyak tertumpah.Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud menyembah ilahi.Pesan guruku air mata lelaki jangan ditumpahkan sia-sia. Saya tidak mahu terus melayan perasaan,segera saya kuncikan pintu dan ke kamar tidur.Isteri saya telah pun nyenyak dibuai mimpi.Inilah 'bintang timur' dalam hidup saya.Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam hidup saya,memberi harapan,keyakinan,kesetiaan dan cintanya kepada saya.Insyallah tidak lama lagi,akan muncul 'bintang timur kecil' dalam hidup saya...

Wednesday, July 6, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

~Kenangan~


 

Kenangan  itu datang lagi di kotak hati
Untuk kesekian kalinya ia datang semakin hampiri
Kenangan itu bagai di putar kembali lagi dan lagi
Tanpa tahu makna henti itu menjadi memori

Dalam pelukan hangat menginbau kenangan yang sirna
Jiwa menangisi cinta yang punah musnah akhirnya
Walaupun hati cuba untuk membeku nenangkis segalanya
Namun, tangis masih tercetus itu tanda hati masih merah terluka
Di sudut hati yang paling dalam tak mampu dilihat dengan mata
 
  
Ya Allah,
Ku cuma hadapi kerana ku yakin masih ada sisa
Sebelum Kau tentukan sesuatu itu menjadi nyata
Aku cuma kerana hari ini bukan untuk  esok nya
Untuk menjalin sisa-sisa cinta yang nyata kekal selamanya
Yang makin jelas rekahannya kerana itu cinta sesama manusia hanya sementara

Ya Rahim,
Aku rela pergi andai dikau takdirkan itu terbaik bagiku
Moga redhaku jadi milik abadi selamanya kenangan kekal selamanya....


Lokasi:Jeti Kuala Gula,Jelapang Padi Bukit Merah Daerah Kerian.Projek Landasan Berkembar (GAMUDA)
Ilham terhasil:Perjalanan pulang dari rumah Pak Adam Selama Perak.


Tuesday, July 5, 2011 | By: Sebutir Kasih Sejuta Sayang

~DARAH SATRIA~


DARAH SATRIA

Kau pernah mendaki puncak itu bersama sisipan senjata
buat bekalan menelusuri tanah juang.
Di sebalik kegelapan malam itu
gelisah sering bertandang
Kerana khuatir kepada jerkah sang musuh
kerana khuatir kepada jerangkap samar.
Langkahmu harus waspada
namun apakan daya
tika kau berjaya menawan puncak itu
si musuh keparat membuat angkara
darah merah membuak-buak keluar
persis tekadmu yang sentiasa tegar
sebagai pembela maruah bangsa.
Wahai satria
gugurmu bukan sebarang
namamu tetap dijulang.

~Lapangkan Hatimu~


Lapangkanlah hatimu dalam musibah
dan bersabarlah di jalan Allah
jangan hanya memeluk dunia fana
yang bersalut dengan dosa

Ingat azab neraka
akan mengejarmu saat kau mati
jadi, jujurlah
harungi hidup ini
jauhi azab ilahi

Bersyukurlah selalu
dan jangan ragu
nescaya dijauhkan azab darimu